Begini Cara Pertamina Tambal Kekurangan Ribuan Manajer

Begini Cara Pertamina Tambal Kekurangan Ribuan Manajer
Yogyakarta - PT Pertamina (Persero) sangat membutuhkan ribuan pekerja baru di level menengah karena ada kabarnya 30% manajer mereka akan pensiun dalam waktu 5 tahun ke depan. Jadi penyebab hal ini terjadi karena Pertamina pernah tidak menerima rekrutmen pegawai baru pada Tahun 1993 sampai Tahun 2001.

Kekurangan pekerja level menengah terjadi di semua direktorat, mulai dari yang mengurusi bisnis hulu, hilir, hingga keuangan. Ada beberapa langkah yang dilakukan Pertamina untuk menambal kekurangan manajer itu. 

Pertama, Pertamina memperpanjang masa kerja para manajer yang sudah memasuki usia pensiun. Saat ini usia pensiun di Pertamina adalah 56 tahun, diperpanjang 2 tahun hingga 58 tahun.

"Kita sebetulnya sudah menambah masa kerja hingga 2 tahun, banyak yang usia pensiunnya jadi 58 tahun," kata Wakil Direktur Utama Pertamina, Ahmad Bambang, saat ditemui di Regency Hyatt Hotel, Yogyakarta, Rabu (18/1/2017).

Kedua, dilakukan percepatan agar pekerja-pekerja di level bawah bisa segera mengisi posisi-posisi strategis yang ditinggalkan oleh pekerja level menengah yang pensiun. "Yang dari dalam hanya bisa percepatan tapi enggak banyak," ucap Bambang.

Ketiga, Pertamina merekrut pekerja level menengah dari luar. Untuk tenaga di bidang pemasaran dan keuangan relatif mudah untuk dicari. Yang agak sulit untuk bidang pengolahan yang mengelola kilang-kilang minyak. "Ketiga, tentu kita buka dari luar," ujarnya. 

Tapi Pertamina masih punya jalan keluar untuk menutup kekurangan pekerja level menengah di direktorat pengolahan. Pertamina bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan minyak raksasa untuk proyek modifikasi (Refinery Development Master Plan) dan pembangunan kilang baru (New Grass Root Refinery). 

Misalnya untuk proyek NGRR Tuban, Pertamina membentuk perusahaan patungan (Joint Venture) dengan Rosneft. Lalu untuk RDMP Cilacap menggandeng Saudi Aramco. Kekurangan pekerja untuk proyek kilang bisa ditutup dengan SDM dari mitra-mitra tersebut.

"Untungnya beberapa proyek kilang kan joint venture, jadi bisa combine. Tapi kan harus Indonesianisasi, kita harus prepare cepat," ujar Bambang.

Pertamina juga berupaya untuk 'membawa pulang' orang-orang Indonesia yang bekerja di perusahaan minyak luar negeri supaya bisa mendapat SDM berkualitas di manajemen level menengah. 

"Tenaga kerja Indonesia yang diaspora kerja di perusahaan minyak akan kita tarik, mari bangun negeri," tukasnya.

Direktur SDM, IT, dan Umum Pertamina Dwi Wahyu Daryoto menambahkan bahwa Pertamina telah menformulasikan dan menerapkan program Talent Development Acceleration (TDA) yang menyajikan program-program pengembangan pekerja dari mulai masuk bekerja, level menengah hingga level tinggi. TDA mengombinasikan pengajaran terprogram, penilaian, pelatihan, mentoring, belajar bertindak, dan penugasan-penugasan pekerjaan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Begini Cara Pertamina Tambal Kekurangan Ribuan Manajer"

Post a Comment