Bisa Ditiru, Cara Ibu si Kembar Kenneth dan Kenzo Mengajari Putranya Disiplin



Jakarta, Layaknya seperti anak-anak lainnya, si kembar Kenneth Mikhael Halim dan Kenzo Gabriel Halim yang saat ini berusia 3 tahun pasti pernah berseteru satu sama lain. Kalau itu terjadi, sang ibu Meiske Sunanto dari anak kembar tersebut berusaha melerai mereka. 

Dikatakan Meiske, diusahakan agar kedua putranya tidak sampai saling melukai. Toh itu terjadi, misalnya sampai saling cakar, maka Meiske mengajari Kenneth dan Kenzo untuk saling minta maaf. Kemudian, Meiske memberi pengertian bahwa itu tak boleh dilakukan dan mereka pun mesti berbagi.

"Sejak usia satu tahun saya ajari mereka disiplin kadang hadap tembok, kadang duduk di kursi untuk merenungkan salahnya mereka di mana sih. Saya katakan 'Kenzo dan Kenneth mami disiplin ya'. Itu bisa lima sampai sepuluh menit benar-benar mereka diam sampai salah satunya minta maaf, biasanya Kenneth duluan bilang sorry dan akhirnya Kenzo minta maaf juga," kata Meiske saat berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.

Meiske menganggap karena dua putranya sama-sama ribut, maka dua-duanya mesti didisiplinkan. Wanita 31 tahun ini pun tidak menggunakan kata menghukum, tapi mendisiplinkan Kenneth dan Kenzo. Saat melerai si kembar, Meiske juga mengajari mereka untuk bisa berbagi dan bergantian.

Setelah berusia 2 tahun Kenneth dan Kenzo sempat menjadikan menangis sebagai senjata saat menginginkan sesuatu. Contohnya, ketika gadget yang dimainkan diambil, si kembar akan menangis. Terjadilah 'adu kuat' antara Meiske dan anak kembarnya. Kadang, Kenneth dan Kenzo bisa menangis sampai 10 menit. Di awal, Meiske sempat tak tega dan akhirnya menuruti kemauan si kembar.

"Tapi kok lama-lama nangis kayak jadi triknya dia. Akhirnya besok-besok saya diemin aja. Kita kasih pengertian dan nggak kita balikin lagi gadgetnya. Saya juga ajari nangis itu nggak menyelesaikan masalah lho. Itu bukan solusi dan nggak akan membantu. Itu ampuh bikin mereka nggak nangis lagi," tambah Meiske.

Untuk mendisiplinkan si kembar, Meiske dan sang suami sudah sepakat jika salah satu kurang setuju dengan apa yang dilakukan, maka pembicaraan dilakukan di belakang Kenneth dan Kenzo. Sehingga, Kenneth dan Kenzo tidak merasa dibela saat mereka sedang didisiplinkan. Meiske mengatakan ia berusaha sebisa mungkin membuat Kenneth dan Kenzo rukun .

"Beda pendapat boleh, tapi jangan main fisik," ujarnya. Dalam keseharian, Meiske yang tiap harinya membantu menjalankan usaha sang suami tak menampik jika waktunya bersama si kecil masih kurang.

Untuk itu, sebisa mungkin Meiske membuat quality time bersama si kembar ketika ia memiliki waktu. Ia juga belajar untuk sabar ketika si kembar ribut. Pasalnya. Meiske menganggap jika dirinya emosi, maka apa yang disampaikan pada si kembar tak akan bisa mereka terima.

"Jadi kita masuk ke dunia mereka. Bilang 'Kenneth nggak boleh gitu, Kenzo itu saudaranya Kenneth. Sayang ya sayang'. Mereka lebih nangkap kalau kita bisa masuk ke dunia mereka dan mengatakan sesuatu dengan bahasa mereka," kata Meiske.

Mengasuh anak kembar menurut Meiske memang repot. Tapi, ia berusaha menikmati, mensyukuri, dan enjoy. "Memang capek. Tapi saya lebih mengucap syukur untuk segala sesuatunya. Saya merasa diberkati sekali," pungkas Meiske.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bisa Ditiru, Cara Ibu si Kembar Kenneth dan Kenzo Mengajari Putranya Disiplin"

Post a Comment