TTM yang Seperti Ini Bisa Cegah HIV-AIDS pada Remaja

Jakarta, Kampanye pencegahan penyakit mematikan HIV-AIDS pada remaja tak bisa hanya dengan sebuah brosur atau flier. Butuh slogan dan media interaktif agar pesan-pesan yang diinginkan bisa tercapai ke target remaja.

Pierre Frederick, Deputy GM Condom Business Unit PT DKT Internasional mengatakan untuk generasi remaja milenial, DKT punya rumus untuk kampanye pencegahan HIV, yakni rumus TTM. TTM merupakan kepanjangan dari Tahan diri, Tetap setia dan Main aman.

"Bukan TTM artian teman tapi mesra. Tapi Tahan diri untuk tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah. Tetap setia pada pasangan, tidak gonta-ganti. Serta Main aman, yakni dengan menggunakan kondom," ungkap Pierre dalam acara 20 Tahun DKT Indonesia di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017).

Psikolog Elizabeth Santosa mengatakan untuk lebih memaksimalkan kampanye kepada remaja, penggunaan bahasa yang gaul dan keren memang lebih dianjurkan. Remaja memiliki asosiasi yang lebih baik jika kampanye kesehatan reproduksi dan HIV menggunakan bahasa yang mudah dimengerti serta digunakan sehari-hari.

"Makanya dengan TTM itu bisa lebih kena, karena istilah TTM remaja kan identik dengan dating (pacaran). Sementara hubungan seks berisiko itu kan awalnya dari dating dulu. Makanya perlu ada pendidikan soal itu di dalam payung kesehatan reproduksi," tandasnya.

Lebih lanjut, Catur Sentana, Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Swasta, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan penggunaan kondom merupakan salah satu cara pencegahan HIV yang paling umum. Nah, untuk remaja, jangan sampai ada kesalahpahaman di mana kondom yang berfungsi mencegah HIV malah dianggap sebagai simbol boleh melakukan seks bebas.

Ia menjelaskan bahwa kondom memiliki dua fungsi. Pertama adalah sebagai alat kontrasepsi ketika pasutri belum siap atau belum mau memiliki keturunan. Yang kedua adalah sebagai pelindung dari penyakit infeksi yang bisa menular saat berhubungan intim, salah satunya adalah HIV.

"Dari 46 juta pasangan usia subur di Indonesia, sekitar 45 persen menggunakan kontrasepsi swasta. Ini bukti dari kampanye dan iklan informatif soal kontrasepsi sudah diterima dengan baik," tuturnya. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " "

Post a Comment