Tajudin 9 Bulan Dibui Tanpa Dosa, Putri Pertama Diberi Beasiswa S1

Tajudin 9 Bulan Dibui Tanpa Dosa, Putri Pertama Diberi Beasiswa S1

Bandung - Perasaan sedih bercampur bahagia menjadi satu itulah yang dirasakan Lilis Suryani (18) saat itu. Putri pertama pasangan Tajudin (42) dan Edah (32) ini baru saja mendapatkan bantuan beasiswa pendidikan tinggi di salah satu universitas swasta di Kota Bandung.

Lilis seketika menangis tersedu-sedu di pelukan Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) Doddy Imron Cholid, yang datang membawa kabar gembira. Doddy pun menyambut tubuh mungil Lilis dengan pelukan hangat layaknya seorang ayah.

Doddy datang pagi buta ke kediaman Tajudin di Kampung Pojok RT 04 RW 10, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (23/1/2017). Kedatangan Doddy ini sebagai bentuk keprihatinannya terkait dengan kasus hukum Tajudin.

Mengingat, Tajudin si penjual cobek dipenjara 9 bulan tanpa dosa karena dituduh mengeksploitasi anak. Namun, setelah menjalani serangkaian persidangan, Tajudin terbukti tidak bersalah di mata hakim.

"Jadi ini memang musibah kepada Pak Tajudin. Dalam perjalanannya kelihatannya ada yang dipaksakan bahwa Pak Tajudin ini salah. Saya yakin Pak Tajudin tidak melakukan eksploitasi anak," kata Doddy via telepon.
Tajudin 9 Bulan Dibui Tanpa Dosa, Putri Pertama Diberi Beasiswa S1

"Jadi ini murni anak-anak itu mau berjualan bersama (Tajudin). Lagian juga mereka bukan orang lain, masih keponakan Pak Tajudin," ucapnya menambahkan.

Doddy mengaku, selain mendukung proses hukum yang masih berlanjut di Mahkamah Agung, ia akan memfasilitasi beasiswa untuk Lilis, putri pertama Tajudin. Doddy menyebut sudah mendapatkan beasiswa tersebut di Universitas Islam Bandung (Unisba).

"Anak ini rata-rata nilainya 80 ya, itu kan luar biasa dan cita-citanya tinggi, ingin lulus sebagai sarjana komputer. Dia melihat bapaknya lulusan SD, jadi pengennya lebih itu," tutur Doddy.

Doddy berharap beasiswa yang akan diberikan nanti bisa dimanfaatkan oleh Lilis sebaik mungkin, sehingga bisa menjadi seorang sarjana yang sukses dan bisa membawa perubahan di lingkungan tempatnya tinggal saat ini.

"Mudah-mudahan jadi sarjana dan mengangkat nama kampung ini. Karena mayoritas pendidikan di sini SD, semoga menjadi motivasi yang lain, dan akhirnya banyak sarjana-sarjana lain," ujar Doddy.

Bahagia juga dirasakan Tajudin. Betapa tidak, harapan besarnya untuk bisa menguliahkan putrinya itu akhirnya akan terwujud. Bantuan berupa beasiswa pendidikan tinggi datang kepada anak tanpa diduga sebelumnya.

"Tentu saya sangat bahagia. Sejak awal saya memang ingin anak saya bisa berpendidikan tinggi. Walaupun saya sendiri hanya lulusan SD. Tapi saya ingin anak saya nasibnya jauh lebih baik dari saya," ungkap Tajudin via telepon. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tajudin 9 Bulan Dibui Tanpa Dosa, Putri Pertama Diberi Beasiswa S1"

Post a Comment