Video 'Sumbangan Kampanye' Beredar, Ahok: Fitnah Tak Cerdas


Jakarta - Terlihat sebuah cuplikan video yang berdurasi 1 menit tentang penandatanganan kontribusi tambahan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pengembang reklamasi yang telah beredar di media sosial. Peristiwa dalam video itu berlangsung pada 14 April 2014 di Balai Kota, Jakarta. 

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat itu menjabat sebagai wakil gubernur DKI mewakili pemerintahan provinsi Jakarta untuk membubuhkan tanda tangan. Dari pihak pengembang pulau reklamasi hadir antara lain perwakilan dari PT Muara Wisesa Samudra, PT Jaladri Kartika Ekapaksi, dan PT Taman Harapan Indah.

Salah satu percakapan dalam video itulah yang kemudian menimbulkan tanda tanya. Seperti dilihat detikcom pada Selasa (17/1/2017), di video tersebut, Ahok menyinggung soal biaya kampanye untuk 2017. 

"Kalau ini diberesin, 2017 tidak usah kasih duit kita kampanye, Pak," kata Ahok sambil membolak-balik berkas perjanjian kerja sama dan membubuhkan paraf. 

Suasana yang sejak awal sudah penuh keakraban itu pun kian cair. "Asyik… enggak usah. Ini saja sumbangan saya, ya, Pak. Sudah jadi langsung, ya," kata Direktur Utama PT Muara Wisesa Samudra, Ariesman Widjaja menimpali.

Bagian saling sahut antara Ahok dan Ariesman inilah yang kemudian beredar di media sosial dan percakapan grup WhatsApp. Terkait beredarnya potongan video tersebut, Ahok meminta semua pihak menonton video itu secara utuh. 

Dia menilai pihak yang menyebarkan video itu secara sepotong-potong hanya ingin memfitnah. "Nonton saja versi Pemprovnya. Yang upload video semua itu siapa? Kami yang upload semua, memang otaknya mau fitnah saja," kata Ahok saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (17/1/2017). 

Menurut Ahok, saat itu dia menyampaikan ke semua pengembang pulau reklamasi, termasuk Podomoro jika membayar kewajiban dan memberikan kontribusi tambahan, maka dia tidak perlu lagi uang mereka untuk kampanye. 

"Saya sampaikan jika semua pengembang termasuk Podomoro bayar kewajiban mereka dan berikan kontribusi tambahan bangun DKI Saya tidak perlu uang mereka untuk kampanye lagi. 

Terbukti mereka bayar (kontribusi) dengan bangun Rusunawa. Saya memang tidak perlu uang kampanye dari pengembang," kata Ahok. 

Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 itu pun membeberkan bukti bahwa di kampanye Pilgub kali ini dia menghimpun dana dari rakyat. Tim sukses pun saat ini sudaha menutup penggalangan dana kampanye. 

Ahok menilai pihak yang menyebarkan video tersebut tidak cerdas dalam memfitnah. "Fitnah kok kurang cerdas. Video yang mereka potong pendek sumbernya dari mana? resmi kami upload dari Pemda," ungkap Ahok. 

Inilah video utuh Ahok soal perjanjian kontribusi tambahan tersebut. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Video 'Sumbangan Kampanye' Beredar, Ahok: Fitnah Tak Cerdas"

Post a Comment